BIJAK BERSIKAP
Dalam beberapa kesempatan saya menerima keluh kesah dari seseorang pengusaha yang usahanya semakin hari semakin menurun. Padahal dia sudah berusaha maksimal bahkan sudah datang ke orang pintar, minta advis.
Karena penasaran saya tanya advis apa yang diberikan oleh orang pintar langganannya.
" Oleh orang pintar disuruh cari Pisang Agung Lumajang yang satu tandan isinya 3 biji. Silahkan memakannya." jawabnya.
" Sudah bapak lakukan ? " tanya saya semakin penasaran.
Akhirnya dia menceritakan bagaimana sulitnya mencari pisang yang dimaksud. Butuh waktu 4 hari berburu pisang dimaksud di pasar-2 Lumajang bahkan pelosok-2. Lumajang adalah sentra hasil pisang agung. Nginap di hotel dan digoda pedagang buah di Pasar Senduro ( dataran tinggi Lumajang ) yang menawarkan pisang isi 3 buah yang semula isinya 4 buah.
" Gak kiro ngerti Dukune pak."
Dengan gigihnya dia menemukan pisang dimaksud pada hari keempat. Bergegas pulang ke Jember dan segera mengkonsumsinya. Istri dan anaknya yang sudah menunggu tidak dihiraukan. Dia gembira sudah melaksanakan perintah orang pintar, kesuksesan sudah didepan mata. Matanya berbinar-binar.
Seminggu berlalu, bulan-bulan berlalu hasilnya tetap usahanya semakin terpuruk.
Saya tersenyum mendengarkan penuturannya, secara reflek saya menimpali :
" Dukunmu pintar, anda yang salah menterjemahkan."
" Lho semua sudah kulakukan kok." Dia berusaha bertahan.
" Tapi saya butuh second opinion" lanjutnya.
Mengingat ini teman karib saya berusaha menjawab semampu saya sekaligus menghiburnya.
Anda sudah melakukan apa yang diperintahkan oleh Dukun anda secara tersurat ( tekstual ), namun belum tersirat ( konteks ).
Keberhasilan memang tidak bisa instan, butuh waktu dan bahkan pengorbanan. Saat mendapatkan pisang yang sesuai spesifikasi pada hari keempat, itulah jawaban kesungguhan dalam mencari.
Kalau kita bersungguh-2 pasti tercapai, dimana ada kesulitan pasti ada kemudahan.
Pelajaran lain setelah pulang kenapa anak istri tidak diberi rejeki yang didapat. Betapa egoisnya pisang dikonsumsi sendiri, anak istri menunggu 4 hari tidak diberi sama sekali untuk mencicipi.
Dengan keluarga saja anda egois bagaimana dengan jiwa sosial anda kalau jadi pengusaha sukses.
Itulah yang menghambat kesuksesan anda. Bukan faktor eksternal, internal anda perlu introspeksi.
Sekarang pengusaha tersebut sudah bagus usahanya dan saya selalu menolak bila diajak ke Orang Pintar langganannya he he he..